.

Kamis, 05 Maret 2015

Resep Menu Pisang untuk Bayi Anda

Buah pisang merupakan buah yang sangat cocok untuk dijadikan MPASI dan kandungan gizinya tidak diragukan lagi.Di antara kandungan gizi pisang yang sangat penting adalah kalium dan serat. Ia juga dikenal sarat dengan Vitamin C, B2 dan B6.

Kalium bermanfaat dalam mendukung kesehatan tekanan darah dan fungsi jantung. Pisang juga berfungsi sebagai antasida yang dapat mencegah sakit maag dan sangat mudah untuk dicerna oleh bayi.

Catatan: Memakan pisang dalam jumlah yang terlalu banyak bisa menyebabkan konstipasi/sembelit pada bayi

VITAMIN:
  1. Vitamin A - 144 IU Vitamin C - 19.6 mg
  2. Folat (penting untuk ibu hamil) - 45 mcg
  3. Vitamin B6 - .82 mcg
  4. Niasin - 1.49 mg
  5. Asam Pantothenat - .31 mg
  6. Vitamin E - .22 IU

MINERAL:

Kalium - 806 mg Magnesium - 61 mg Fosfor - 50 mg Kalsium - 11 mg Besi - .58 mg
Juga mengandung sejumlah kecil zat mangan, tembaga dan seng.

Kapan Pisang Bisa Diberikan kepada Bayi?
Pisang bisa mulai Anda berikan sebagai makanan pertama bagi bayi Anda, yaitu ketika usianya 6 bulan.

Karena pisang dicurigai bisa menimbulkan reaksi negatif pada penderita alergi Lateks, maka jika bayi Anda memiliki alergi ini, sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan DSA Anda sebelum memberikan buah pisang sebagai MPASI.

Beberapa kelebihan buah pisang:
  1. Murah
  2. Tidak repot mengolahnya, karena tidak perlu dicuci - cukup dikupas ‘bajunya’, dan pisang sudah siap dimakan
  3. Mudah untuk dibawa dalam perjalanan
  4. Tidak termasuk dalam daftar buah-buahan yang beresiko tercemar pestisida

Tips Memilih Buah Pisang untuk Si Kecil

Pisang yang baik untuk si kecil adalah yang sudah benar-benar matang, dengan kulit yang kuning dengan bercak coklat. Pisang yang belum matang memiliki serat yang belum bisa dicerna dengan baik oleh bayi.

Apa saja jenis pisang yang baik untuk bayi?

Pada dasarnya semua jenis pisang baik untuk bayi berusia 6 bulan. Namun demikian, ada beberapa jenis yang populer digunakan untuk MPASI, diantaranya:
  1. Pisang Ambon
  2. Pisang Mas
  3. Pisang Susu
  4. Pisang Kepok
  5. Pisang Nangka

Ok, mari kita berlanjut ke koleksi resep menggunakan buah pisang... ;)

Pure Pisang (6 bulan)

Bahan:

1 buah pisang - tak perlu dimasak Air/Susu formula/ASI secukupnya

Cara Memasak:
  1. Kupas dan potong-potong pisang sehingga berbentuk dadu
  2. Hancurkan dengan menggunakan garpu (tidak perlu menggunakan blender atau yang sejenisnya, karena pisang memiliki tekstur yang sangat lembut).
  3. Tergantung usia dan tahapan bayi Anda, mungkin saja air tidak diperlukan untuk membuat pure ini.

Bahan:

1 buah pisang 1 buah alpukat
Keduanya tidak perlu dimasak

Cara Memasak:
Kupas alpukat, ambil daging buahnya
Kupas pisang dan potong-potong
Hancurkan dengan menggunakan garpu

Kalau teksturnya masih terlalu kasar untuk bayi Anda, silahkan masukkan ke dalam blender atau pengolah makanan, sehingga kelembutan yang diinginkan tercapai

Bahan:
  1. 2 buah pisang
  2. 3 kuning telur
  3. 1/2 cangkir ASI atau susu formula
  4. Sepotong kecil jahe / kayumanis / pala

Cara Memasak:
  1. Masukkan semua bahan ke dalam blender atau pengolah makanan, hancurkan hingga halus, namun jangan sampai cair seperti jus (kalau Anda mau, Anda bisa mengocok semua bahan dengan tangan saja)
  2. Tuangkan ke dalam cetakan puding, dan panggang dalam oven pada suhu 170° C selama sekitar 20 menit
  3. Periksa setiap 10 menit sekali, sehingga ia merekah seperti pai
  4. Coba tusukkan pisau pada bagian tengahnya. Jika ketika dicabut pisaunya dalam keadaan bersih, berarti hidangan sudah siap!

Bahan:

1 buah pisang
1/2 cangkir air
1/3 cangkir tepung tapioka
1/2 cangkir yoghurt tawar atau rasa vanila

Cara Memasak:
Rebus air dalam wajan
Secara berangsur, masukkan tapioka, sambil terus diaduk
Kecilkan api dan masak hingga 5 menit, sambil terus diaduk
Lumatkan pisang, lalu masukkan ke dalam adonan
Masukkan yoghurt, dan aduk hingga adonan merata

Pisang Goleng (6-10 bulan)

Bahan:

2 buah pisang 2 sdm mentega Kayumanis / jahe

Cara Memasak:
Gunakan wajan kecil, masukkan mentega
Potong-potong pisang (bisa tipis, bisa bentuk dadu)
Masukkan potongan pisang ke dalam mentega yang panas
Angkat ketika matang
Bisa dilumatkan setelahnya jika Anda mau 

Bahan:

1 cangkir beras merah yang sudah dimasak 1/2 cangkir pure pisang 1 /2 cangkir yoghurt tawar 1/2 sdt vanila

Sepotong kecil kayumanis dan/atau jahe Cara Memasak:
  1. Campur semua bahan, lalu panaskan dengan api kecil pada wajan
  2. Aduk setiap beberapa waktu
  3. Setelah matang, angkat dan biarkan hangat sebentar
  4. Masukkan puding yang masih hangat ke dalam blender atau pengolah makanan, lalu hancurkan hingga tekstur yang Anda kehendaki

Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan apel?

Sereal Alpukat Pir
Kentang manis Kiwi Apel Yoghurt

Selamat menikmati! ;)

Jangan Lewatkan Masa Keemasan Anak Anda!
“Setelah anak berusia 6-7 tahun, otak kirinya akan lebih dominan.”
“Sebelum usia 6 tahun, kita bisa memanfaatkan maksimalnya fungsi otak kanan.”
“Sehingga, memberikan informasi dalam jumlah banyak secara cepat kepada anak di bawah usia 6 tahun dapat merangsang otak kanannya dan dapat mengaktifkan memori visualnya.”
“Penelitian menunjukkan bahwa anak hingga usia TK dapat mengambil manfaat yang banyak jika belajar menggunakan flash cards (kartu edukasi) yang berisi gambar, kata, serta angka - selama dibuat dalam situasi yang menyenangkan, rileks, singkat dan kartu-kartu tersebut ditunjukkan secara cepat.”
~ “Babies Are Geniuses”, Dr. Shichida

Resep Menu Strawberry untuk Bayi Anda

Buah strawberry merupakan salah satu sumber Vitamin C yang luar biasa. 8 buah strawberry berukuran normal mengandung Vitamin C yang lebih banyak dibandingkan 1 buah jeruk. 
Ia juga dikenal sebagai buah yang sarat akan fenol tanaman (yang merupakan anti-oksidan yang sangat baik), sehingga dapat membantu pencegahan kanker.
Konsumsi strawberry dalam jangka panjang juga disinyalir dapat mencegah penyakit mata seperti katarak.
Ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi strawberry secara rutin sejak awal kehamilannya, karena sangat baik bagi perkembangan janinnya.
Berikut kandungan gizi dalam setiap cangkir puree strawberry...
VITAMIN:
  1. Vitamin A - 12230 IU
  2. Vitamin C - 136 mg
  3. Vitamin B1 (tiamina) - .05 mg
  4. Vitamin B2 (riboflavin) - .05 mg
  5. Vitamin K - 5.0 mcg
  6. Niasin - 1.14 mg
  7. Asam folat - 33 mcg 
MINERAL:
Kalium - 355 mg Fosfor - 56 mg Magnesium - 22 mg Kalsium - 37 mg Sodium - 2 mg Zat besi - .9 mg
Juga mengandung mangan, tembaga dan seng dalam jumlah kecil.
Kapan Strawberry Bisa Diberikan kepada Bayi?

  1. Banyak orangtua yang bingung mengenai waktu yang tepat untuk mulai memperkenalkan strawberry kepada buah hatinya. Fenomena ini memang wajar, mengingat buah ini dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada bayi dan anak.
  2. Oleh sebab itu, jika keluarga Anda memiliki sejarah alergi, sebaiknya Anda menunda memberikan strawberry kepada bayi Anda hingga ia berusia 1 tahun. Sedangkan jika keluarga Anda tidak memiliki sejarah alergi, secara umum Anda sudah bisa memperkenalkan strawberry kepada si kecil sejak usianya 8 bulan.
  3. Untuk memastikan, Anda bisa memulainya dengan memberikan buah ini kepada bayi Anda dalam jumlah sedikit dan menunggu jika ada reaksi alergi. Konsultasikanlah kepada dokter jika Anda masih ragu.
CATATAN
Strawberry yang dimakan dalam keadaan segar (tanpa dimasak terlebih dahulu) memiliki potensi yang lebih besar untuk menimbulkan reaksi alergi pada anak. Sedangkan strawberry yang telah diolah dengan cara dimasak biasanya jarang menimbulkan reaksi alergi. 
Bagaimana Cara Memilih Strawberry yang Baik

  1. Strawberry termasuk buah yang beresiko mengandung pestisida. Oleh sebab itu, sebisa mungkin pilihlah yang organik.
  2. Buah ini juga tidak bisa disimpan dalam waktu lama, karena teksturnya yang lunak. Seperti buah-buahan lainnya, pilihlah strawberry yang tidak busuk dan tidak memiliki cacat.
  3. Strawberry yang baik biasanya berwarna merah gelap, mengkilap, dan masih memiliki topi hijau.
  4. Jika daunnya masih menempel, pilih yang warna daunnya sangat hijau.
  5. Hindari strawberry yang warna merahnya pudar, atau memiliki daerah yang berwarna kehijauan atau kekuningan, karena biasanya rasanya masih asam dan kecut.
  6. Penyimpanan strawberry dalam keadaan segar (tidak perlu dicuci terlebih dulu) sebaiknya tidak lebih dari 2 hari dalam suhu kulkas.
  7. Dalam rentang 2 hari ini para peneliti menyatakan bahwa strawberry masih mengandung nutrisi yang maksimal.
Mempersiapkan Strawberry Sebelum Dimasak
Karena karakter buah ini yang mudah busuk, sebaiknya Anda tidak mencuci strawberry kecuali jika hendak langsung dimakan atau diolah.
Cucilah strawberry dengan air sejuk, keringkan, lalu buang topi hijaunya. Strawberry siap dimasak. 
Bahan:
2 cangkir strawberry segar Cara Membuat:
  1. Belah dua strawberry yang sudah dicud dan dibuang topinya
  2.  Lumatkan dan jadikan pureee, sesuai dengan tekstur yang Anda inginkan

Bahan:
1 cangkir strawberry segar 1 potong mangga 1 pisang ukuran sedang Yoghurt whole milk tanpa rasa
Cara Membuat:
  1. Bersihkan buah-buahan
  2. Potong-potong semua buah seukuran dadu
  3. Lumatkan buah-buahan yang sudah dipotong, dengan menggunakan blender atau food processor
  4. Siapkan mangkuk, tuangkan yoghurt membentuk sebuah lapisan, lalu tuangkan puree buah menjadi sebuah lapisan di atasnya, setelah itu tuangkan lagi yoghurt di atasnya membentuk lapisan, dan seterusnya, sehingga semua bahan habis
  5. Anda bisa menaburkan gandum di atasnya jika mau 
  6. Anda juga bisa langsung menyajikan potongan buah yang tidak dihancurkan, sebagai finger food. Siram yoghurt ke atasnya, sehingga menjadi salad
Bahan:
1 cangkir strawberry segar 1 cangkir yoghurt whole milk tanpa rasa 1 tetes vanila
Cara Membuat:
  1. Belah dua strawberry yang sudah dicud dan dibuang topinya
  2. Lumatkan hingga menjadi puree, tambahkan vanila, kemudian tambahkan yoghurt secara perlahan
  3. Sajikan seperti ini, atau bekukan sehingga menjadi es
Bahan:
  1. 1 1/2 cangkir tepung terigu
  2. 1 sdm baking powder sedikit garam sedikit kayumanis
  3. 1/2 cangkir minyak sayur
  4. 1/2 cangkir puree strawberry bertekstur kasar
  5. 2 butir telur 1/2 cangkir susu 1 sdt vanila
  6. 2/3 cangkir sirup maple 
Cara Membuat:
  1. Panaskan oven dengan suhu 200° C (sangat panas)
  2. Minyaki bagian bawah cetakan kue muffin
  3. Campurkan terigu, garam, kayumanis dan baking powder, aduk hingga rata
  4. Tambahkan telur, susu, vanila, sirup maple, minyak sayur dan puree strawberry, aduk hingga rata
  5. Panggang dengan oven selama 20-25 menit
  6. Coba tancapkan tusuk gigi untuk memeriksa kematangan bagian dalam muffin
  7. Sirup maple banyak dijual di supermarket besar. Periksa sertifikasi kehalalannya
Krim Strawberry
Bahan:
1/2 cangkir puree strawberry 1 cangkir keju mascarpone setetes vanila sedikit gula jika diinginkan
Cara Membuat:
  1. Campurkan pureee strawberry, keju mascarpone dan vanila, aduk hingga rata
  2. Simpan di dalam kulkas
  3. Gunakan sebagai krim untuk panekuk atau kue lainnya
  4. Keju mascarpone adalah keju Itali yang terbuat dari krim, dapat dibeli di supermarket besar. Periksa sertifikasi kehalalannya
 Bahan apa saja yang cocok untuk dikombinasikan dengan strawberry?
  1.  Pisang
  2.  Apel
  3. Kiwi
  4. Mangga
  5. Pepaya
  6. Persik
  7.  Yoghurt
Selamat menikmati
Jangan Lewatkan Masa Keemasan Anak Anda!
“Setelah anak berusia 6-7 tahun, otak kirinya akan lebih dominan.”
“Sebelum usia 6 tahun, kita bisa memanfaatkan maksimalnya fungsi otak kanan.”
“Sehingga, memberikan informasi dalam jumlah banyak secara cepat kepada anak di bawah usia 6 tahun dapat merangsang otak kanannya dan dapat mengaktifkan memori visualnya.”
“Penelitian menunjukkan bahwa anak hingga usia TK dapat mengambil manfaat yang banyak jika belajar menggunakan flash cards (kartu edukasi) yang berisi gambar, kata, serta angka - selama dibuat dalam situasi yang menyenangkan, rileks, singkat dan kartu-kartu tersebut ditunjukkan secara cepat.”
~ “Babies Are Geniuses”, Dr. Shichida

Rabu, 04 Maret 2015

Memandikan Bayi – Beberapa Tips Penting

memandikan bayi

Memandikan bayi bisa menjadi kesempatan bagi Anda dan bayi Anda untuk mempererat hubungan. Apa saja yang perlu Anda siapkan agar semuanya berjalan lancar dan aman?

Waktu dan Frekuensi

Untuk bayi yang baru lahir, sebaiknya ia dimandikan 2-3 jam setelah proses kelahiran, pada saat kondisi tubuhnya sudah stabil. Seiring dengan perkembangannya, biasa di negeri kita yang tropis ini bayi dimandikan dua kali dalam sehari. Waktu yang paling baik biasanya sebelum ia makan di pagi hari (untuk mencegah muntah) dan sebelum ia tidur di malam hari, agar ia dapat tertidur dengan lelap.

Peralatan

Siapkan semua yang akan Anda perlukan sebelum proses memandikan dimulai dan kumpulkan di tempat yang berdekatan dengan posisi Anda. Ini penting, karena bayi Anda harus terus berada dalam genggaman Anda hingga selesai, untuk menghindari resiko si kecil tergellincir dan tenggelam dalam air. Beberapa peralatan yang standar untuk memandikan si kecil antara lain:
  • Bak mandi
  • Waslap
  • Handuk
  • Sabun dan sampo (jika Anda ingin menggunakannya)
  • Kapas
  • Popok
  • Pakaian ganti
  • Mainan untuk mengalihkan perhatiannya
Hingga bayi usia 6 bulan (sudah bisa duduk tegak), sebaiknya Anda menggunakan bak khusus untuk bayi. Sebagian ahli menyarankan untuk menggunakan sabun hanya jika cuaca sangat panas dan ketika si kecil benar-benar kotor. Karena ini jarang terjadi, maka sebenarnya memandikan bayi hanya dengan air saja (tanpa sabun) merupakan kebiasaan yang justru positif.

Air

Gunakan air hangat bersuhu sekitar 36-37 C. Untuk bayi hingga usia 6 bulan, kedalaman air sebaiknya tidak lebih dari 10 cm. Untuk bayi yang sudah lebih besar, Anda bisa menuangkan air hingga ke seukuran pinggangnya ketika ia duduk. Memandikan bayi dengan air dingin masih menimbulkan kontroversi…

Langkah-langkah

  • Mulailah dari mata si kecil. Gunakan kapas untuk membersihkan matanya. Basahi kapas, dan bersihkan mata si kecil dari arah dalam keluar. Gunakan kapas baru untuk mata yang sebelahnya lagi.
  • Beralihlah ke bagian lain pada wajahnya; pipi, telinga, dahi dan seterusnya.
  • Selanjutnya bershikan kepalanya. Gunakan sampo sesekali. Ketika membersihkan kepalanya, gunakan cangkir/gelas kecil untuk menuangkan air ke atas kepala (jika Anda menggunakan gayung, khawatir air tertuang terlalu banyak sekaligus). Lindungi bagian matanya agar ia tidak merasa panik dan terganggu.
  • Lanjutkan membersihkan tubuhnya dari leher hingga ke ujung kakinya, namun bagian pantat sebaiknya diakhirkan.
  • Bersihkan bagian pantat si kecil ketika proses mandi sudah selesai. Berdirikan ia di baknya lalu bersihkan pantatnya.
  • Siapkan handuk dan segera lilitkan ke tubuhnya agar ia tidak kedinginan.
  • Baringkan ia dan kenakan pakaiannya. Saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pijatan jika Anda mau.

Catatan Penting

  • Posisi tangan yang baik ketika memandikan si kecil adalah tangan kiri di belakang tengkuknya, memegang kepala dan leher bayi. Tangan kiri ini harus selalu berada pada posisi seperti ini selama memandikan si kecil.
  • Gunakan mainan untuk mengalihkan perhatian si kecil, sehingga Anda tidak kerepotan.
  • Pastikan setiap lekuk tubuhnya dibershikan dengan baik.
  • Bagian-bagian sulit seperti lubang hidung serta telinga bagian terluar dapat dibersihkan menggunakan kapas basah.
Selamat mencoba…

Warna Feses Bayi – Apa Artinya? (Skema)

Banyak orangtua yang khawatir melihat warna feses bayinya yang berubah-rubah seiring dengan pertumbuhannya.

Silahkan pelajari skema di bawah ini.

Anda boleh mendownload, mencetak, serta membagikannya kepada kerabat Anda.





Aktifitas untuk Bayi 0-4 Bulan: Parade Boneka Jari


Bayi usia 0-4 bulan belum memiliki jarak pandang yang jauh layaknya orang dewasa. Pada umumnya, mereka hanya dapat melihat dengan jelas berbagai obyek yang berjarak paling jauh 20-25 cm saja. Itulah sebabnya mengapa mereka seringkali nampak tidak peduli dengan benda-benda yang berada jauh dari tempat mereka berada.

permainan boneka jari untuk bayiNamun cobalah Anda hadapkan obyek apa saja hingga berada pada jarak pandang si bayi (20-25 cm), maka tiba-tiba matanya akan terbelalak dan membesar. Bahkan jika benda yang Anda munculkan itu berwarna-warni dan berbentuk lucu, bukan hanya matanya yang membesar, seringkali wajah si bayi pun akan langsung dipenuhi dengan tawa lebarnya… emh, gemesnya… ;)

Inilah hikmah besar pada bayi… Pada usia ini, dengan segala kelemahannya, bayi memang dibekali dengan insting untuk menemukan makanan – dan dengan jarak pandang seperti ini, ia akan sangat mengenali wajah ibunya – orang yang selalu ada untuk menyusuinya setiap kali ia lapar.
Nah, salah satu aktifitas positif yang sangat menyenangkan untuk bayi usia ini adalah permainan sederhana dengan menggunakan boneka jari.
Manfaat:
  • Rangsangan terhadap kemampuan visual (penglihatan)
  • Pengenalan terhadap kegiatan interaktif
Kegiatan untuk Usia:
0-4 bulan
Yang Anda Butuhkan:
1 set boneka jari (salah satu contoh boneka jari karakter hewan)

Mulai Aktifitas

Baringkan bayi Anda. Anda bisa melakukannya dengan cara memangkunya (ini cara yang paling nyaman untuk Anda berdua dan bisa menguatkan ikatan antara Anda dengan si kecil), atau bisa juga dengan membaringkan si kecil di kasurnya atau pada bouncer seat yang posisinya agak rebah.

main boneka jari untuk bayiUntuk awal, Anda bisa menggunakan satu boneka pada jari telunjuk Anda dan memperkenalkannya satu per satu kepada si kecil. Hadapkan boneka pertama kepada bayi Anda hingga berada pada jarak pandangnya. Biarkan si kecil fokus menatap wajah boneka sesaat. Setelah ia berhasil ‘mengenali’ wajah boneka, maka berbicarah dengan perlahan untuk memperkenalkan siapa yang barusan muncul di hadapannya.

“Assalamu’alaikum, Saya Weki si Bebek,” Anda bisa menggunakan kalimat sederhana seperti ini. Silahkan gunakan kalimat perkenalan yang Anda inginkan. Bagus jika Anda bisa memberi nama sederhana dan mudah diingat untuk setiap jenis binatang pada koleksi boneka jari Anda.
Berikut beberapa teknik memainkan boneka jari untuk bayi tahapan usia ini…
  • Setiap kali Anda berbicara mewakili boneka, gerakkanlah jari Anda sedemikan rupa sehingga si boneka seakan menunduk ke arah si kecil.
  • Bicaralah dengan kalimat-kalimat pendek yang sederhana.
  • Setiap kali Anda mengucapkan satu kalimat, tunggulah beberapa saat dalam keadaan boneka masih menunduk. Seakan-akan si boneka sedang menanti dan menyimak jawaban dari buah hati Anda (walaupun tentu saja si kecil belum bisa menjawab).
  • Teruslah berbicara dengan percakapan satu arah, menggunakan setiap karakter boneka jari.

Permainan Boneka Jari untuk Mengalihkan Perhatian Bayi

Seringkali bayi Anda menjadi rewel ketika ia lapar, kepanasan, popoknya penuh, atau merasa bosan. Nah, Anda bisa juga menjadikan permainan boneka jari pada kondisi berikut agar si kecil ‘anteng’…
  • Mandi
  • Perjalanan
  • Menunggu antrian di tempat dokter atau bidan
  • Berada di tempat teman
  • Berada di tempat yang asing baginya
Beberapa Catatan Penting:
Semakin kecil usia bayi, maka tentu saja ia belum bisa mengikuti berbagai gerakan boneka dengan matanya, apalagi sampai menggerakkan lehernya. Ini hal yang wajar. Nanti seiring dengan pertumbuhannya, ia akan mulai bisa mengikuti dan Anda bisa menerapkan percakapan serta gerakan yang lebih bervariasi.

permainan bayi boneka jari binatangNamun demikian, walaupun sepertinya Anda berbicara sendirian, bayi seusia ini tetap bisa menyerap hal-hal positif yang Anda lakukan dan sampaikan lho, jangan berkecil hati. Melalui aktifitas ini, buah hati Anda sedang membangun interaksi dengan Anda dan biarkan ia menikmatinya. Pada tahap ini yang penting adalah proses bermain, membangun ikatan dan bersenang-senang dengan buah hati Anda!
Oya, gunakanlah suara kecil lucu sebagai suara boneka, karena jenis suara ini lebih berkesan bagi bayi.

Permainan boneka jari bisa terus bermanfaat bagi anak hingga usia 4-5 tahun, dimana anak-anak sendiri yang bermain peran menggunakan boneka jari. Mudah-mudahan jenis permainan untuk tahap usia bayi selanjutnya bisa kami bagikan juga di sini.
Selamat bersenang-senang dengan si kecil!