.

Tampilkan postingan dengan label Care. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Care. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Warna Feses Bayi – Apa Artinya? (Skema)

Banyak orangtua yang khawatir melihat warna feses bayinya yang berubah-rubah seiring dengan pertumbuhannya.

Silahkan pelajari skema di bawah ini.

Anda boleh mendownload, mencetak, serta membagikannya kepada kerabat Anda.





Inilah Kegiatan yang Bisa Anda Lakukan dengan Bayi 0-3 Bulan…

Bermain ternyata diperlukan oleh setiap bayi, agar ia bisa mengembangkan aspek sosial, emosional, fisik dan kognitifnya. Melalui permainan yang sesuai dengan tahapan usianya, bayi dapat belajar banyak tentang diri dan lingkungannya – dan ia menggunakan kelima panca inderanya untuk itu.

Bayi adalah makhluk yang dipenuhi dengan rasa penasaran yang sangat tinggi ;)Dengan bekal inilah ia mempelajari segala sesuatu.
bayi bermain
Apa jadinya ya kalau ini aku tarik?
Bagaimana kalau kugigit benda aneh ini, seperti apa sih rasanya?
Kalau kugoyang-goyang, suaranya seperti apa ya?
Wah, aku harus naik ke atas sana… seperti apa pemandangan dari atas sana ya…?
Hmmm… lembut sekali benda ini, warnanya pun bikin aku gemas!
Wangi apa ini ya, kok enak? Coba kumakan…
…Seperti itulah berbagai lintasan yang mungkin muncul dalam benak setiap bayi. Dan inilah yang memicu bayi untuk melakukan eksplorasi (penyelidikan), yang memang merupakan inti dari permainan.

Permainan Bayi 0-3 Bulan

Anda bisa melakukan permainan sederhana yang bisa merangsang indera peraba, penglihatan, penciuman, serta pendengaran. Indera perasa pada tahapan ini tentu saja belum saatnya dikembangkan.

Menggendong dengan Ritme!
Permainan sederhana yang bisa merangsang bayi adalah melakukan gerakan-gerakan lembut dan berirama ketika menggendongnya.
Ayun perlahan ke kanan… Ayun perlahan ke kiri. Atas, bawah – Atas, bawah…
Pastikan Anda menopang terus lehernya dan jangan melakukan gerakan yang terlalu hebat sehingga ia terguncang, karena ini bisa berakibat fatal. Hindari juga melempar bayi ke atas dan menangkapnya, karena pada tahap ini kondisi otaknya masih sangat lemah.

Beraksi di Hadapannya
Coba buat gerakan-gerakan dengan suara lucu di hadapan bayi yang sedang berbaring. Goyangkan tangan, kepala, atau bahkan seluruh tubuh Anda untuk menghiburnya ;)

Berkenalan dengan Benda Sekitar
Tunjukkan berbagai macam benda yang ada di dalam maupun di luar rumah Anda. Semua benda yang tidak berbahaya bisa menjadi sarana permainan untuk si kecil.
Benda-benda yang biasanya sangat menarik bagi bayi diantaranya:
  • Sendok
  • Pengocok telur
  • Baskom
  • Buku
  • Majalah
  • Gambar berwarna-warni
  • Botol bekas
  • Kain berwarna-warni
  • Buah-buahan
  • Sayuran
Coba berikan kepadanya benda-benda di atas (di bawah pengawasan Anda tentunya!) dan lihat bagaimana ia menikmati proses penyelidikannya.

Bermain dengan Isi Lemari!
Yuk, ajak si kecil menyelidiki isi lemari Anda…
Tunjukkan kepadanya berbagai macam bahan kain dengan berbagai macam warna dan biarkan ia merabanya, meremasnya, memeluknya serta memegang kancing, ritsleting, kerah, dan semua yang aman baginya.
Ini akan merangsang indera perabanya.

Bermain Gantungan
Gantung benda menarik seperti sendok, botol, kain dan sebagainya dengan menggunakan pita atau tali berwarna cerah.
Mainkan di atas si kecil; naik-turun..berputar…kiri-kanan… Lihat bagaimana antusiasnya si kecil mengikuti gerakan benda yang tergantung tersebut.
Sesekali, biarkan benda tersebut bergantung rendah sehingga menyentuh hidung si kecil ;) Ikuti dengan bunyi yang lucu dan ulangi beberapa kali. Si kecil akan ‘menanti’ kejadian berikutnya dengan penuh harapan. Dia sedang belajar sesuatu.

Makanan Bayi – Panduan Lengkap

makanan bayiSetelah melewati masa ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi Anda sudah siap untuk menerima makanan pendamping. Biasanya, ini merupakan salah satu waktu yang sangat dinanti oleh para bunda :) Hmmm betapa tidak sabarnya bunda untuk memberikan berbagai variasi makanan untuk sang buah hati. Namun, sebelum memulai, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar makanan bayi. Beberapa artikel terkait juga kami sertakan di sini, sehingga mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi acuan dan panduan singkat (namun lengkap) tentang apa saja yang berkaitan dengan makanan bayi.

Halaman ini akan terus diperbarui, dengan menambahkan berbagai info bermanfaat seputar makanan bayi. Silahkan bookmark halaman ini (Ctrl D) agar mudah menemukannya di kemudian hari.
Berikut berbagai informasi yang perlu Anda ketahui…

Informasi Dasar Seputar Makanan Bayi

Makanan Pendampi Air Susu Ibu (MPASI) - Apa tanda-tanda bayi sudah siap menerima makanan pendamping? 11 hal yang perlu diperhatikan ketika mulai memperkenalkan MPASI. Tahapan pengenalan MPASI. Contoh jadwal makan bayi. Tanda bayi sudah kenyang.
Persiapan Membuat Makanan Pertama untuk Bayi 6 Bulan – Bagaimana memilih bahan makanan yang baik? Peralatan apa saja yang Anda perlukan untuk mulai membuat makanan bayi sendiri? Beberapa prinsip cara mengolah bahan makanan agar sehat untuk si kecil. Trik memperkenalkan menu baru. Cara menyimpan makanan bayi.
Membuat Makanan Bayi Sendiri – Tips memilih bahan, menyiapkan, menyajikan dan menyimpan makanan bayi.

Baca juga informasi seputar makanan bayi yang terbuat dari telur, bubur beras strawberry, serta buah alpukat. Tentu saja si kecil tidak harus melulu mengkonsumsi buah-buahan saja. Coba juga resep beras merah wortel, bubur daging, beras merah dan ayam, dan bubur kentang ati. Bahkan, seiring dengan bertambahnya usia si kecil, Anda bisa mulai memperkenalkan rasa-rasa baru, seperti duet apel dan pepaya,

Untuk minuman si kecil, Anda bisa mencoba air tomat, air jeruk, serta air pepaya.
Ingin membuat tim? Yuk dicoba beberapa resepnya; tim kentang, tim saring telur, tim saring ikan teri, tim saring daging, tim saring ati sapi, serta tim saring ayam keju. Mengenai keju, ada banyak perbedaan pendapat apakah boleh menggunakannya dalam resep makanan bayi atau tidak. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membaca keterangannya di keju untuk bayi.

Pastikan menu makanan si kecil bervariasi. Tidak hanya hal ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada bayi, namun juga merupakan jurus jitu mengurangi kebosanan anak. Jangan lupa juga untuk menyertakan ikan dan sayuran pada daftar menu si kecil, karena sangat baik untuk pertumbuhannya. Untuk menambah selera, Anda bisa menambahkan kaldu untuk makanan bayi. Variasi makanan seperti puding apel juga bisa meningkatkan selera makan si kecil yang jenuh dengan tim dan bubur saring ;)

Led Weaning

Baca juga cara baru dalam memperkenalkan makanan pendamping untuk bayi Anda, yang dikenal dengan istilah Led Weaning. Pada metode ini, alih-alih menyuapkan makanan ke mulut si kecil, namun bayi Anda dibiarkan untuk mengambil makanannya sendiri, sesuai dengan keinginannya.

Beberapa Hal yang Perlu Anda Ketahui Ketika Membuat Makanan Bayi

  • Ketika memperkenalkan jenis makanan baru kepada si kecil, cobalah satu jenis makanan saja selama beberapa hari, untuk melihat apakah terdapat reaksi alergi. Lakukan untuk setiap jenis makanan baru selama 3-4 hari.
  • Pastikan tangan Anda dan semua peralatan yang Anda gunakan bersih dan aman bagi kesehatan bayi.
  • Setiap bayi akan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap setiap jenis makanan dan teksturnya. Bersabarlah dalam memperkenalkan semua jenis makanan yang sehat, agar ia terbiasa mengkonsumsi daging, sayuran, buah-buahan dan sebagainya. Kuncinya, jangan cepat berputus asa!

10 Fakta Tentang Bayi kuning

fakta bayi kuning

TabloidNakita.com - Kejadian kuning pada bayi baru lahir (BBL) cukup bulan sekitar 50-60% dan 75-80% pada bayi kurang bulan (BBLR). Berikut 10 fakta tentang bayi kuning:


1. Mayoritas bayi mengalami kuning

Banyak bayi mengalami kuning, baik yang lahir normal maupun prematur. Kejadian kuning pada bayi baru lahir (BBL) cukup bulan sekitar 50—60% dan 75—80% pada bayi kurang bulan (BBLR). Pada bayi normal, umumnya kadar bilirubin akan mengalami peningkatan di hari ke-2 sampai ke-3 dan mencapai puncaknya di hari ke-8 (terhitung semenjak bayi dilahirkan). Selanjutnya di hari ke-9 berangsur-angsur turun kembali menuju angka normal (10 mg/dL). Sedangkan pada bayi prematur, kadar bilirubin akan mencapai puncaknya di hari ke-14. Itulah mengapa, setelah pulang dari rumah sakit atau rumah bersalin, umumnya bayi disarankan menjalani pemeriksaan ulang pada hari ke-3 sampai ke-5 setelah kepulangan si bayi. Tujuannya untuk memantau kadar bilirubin sehingga dokter dapat memberikan tindakan yang cepat dan tepat bila terjadi peningkatan.

2. Peningkatan kadar bilirubin terjadi akibat belum sempurnanya fungsi hati pada bayi baru lahir
Umumnya, usia sel darah merah (eritrosit) adalah 120 hari. Pada bayi, usia sel darah merahnya ada yang lebih pendek, kira-kira 90 hari. Sel darah merah yang sudah tua ini mengalami pemecahan dan terurai menjadi zat yang disebut “heme” dan “globin”. Heme akan diubah menjadi biliverdin dan melalui proses selanjutnya diubah menjadi bilirubin bebas (indirek). Semestinya, sisa pemecahan ini (bilirubin indirek) diproses oleh hati bayi menjadi bilirubin direk yang larut dalam air dan melalui saluran empedu selanjutnya dibuang melalui usus besar serta bercampur dengan feses atau kotoran. Namun, saat lahir, hati bayi belum cukup baik untuk melakukan tugasnya. Akibat proses pengolahan yang tidak sempurna itulah yang menyebabkan kuning pada bayi

3. Ada bayi kuning fisiologis, ada pula bayi kuning patologis
Penyebab tingginya kadar bilirubin pada bayi dapat dikelompokkan menjadi dua yakni fisiologis dan patologis. Penyebab kuning fisiologis adalah peningkatan volume sel darah (eritrosit), usia sel darah yang pendek, dan belum sempurnanya fungsi hati dalam mengolah bilirubin. Kuning fisiologis ini umumnya akan sembuh sendiri seiring dengan semakin sempurnanya fungsi hati. Sedangkan kuning patologis, salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian golongan darah ibu dan anak. Yang paling sering terjadi bila ibu bergolongan darah  O sedangkan bayinya A atau B. Demikian pula dengan perbedaan rhesus antara ibu dan anak; si ibu memiliki rhesus positif sedangkan bayinya negatif. Terjadinya infeksi atau sepsis dan hepatitis juga merupakan pemicu tingginya kadar bilirubin. Khusus kuning patologis perlu dilakukan pemantauan karena umumnya kadar bilirubin mengalami peningkatan sampai hari ke-14 dan tidak akan turun dengan sendirinya. Biasanya juga diiringi gejala lain seperti demam dan berat badan bayi yang tidak mengalami peningkatan.

4. ASI dapat membantu menurunkan kadar bilirubin atau mengatasi bayi kuning
Hubungan antara pemberian ASI dan penurunan kadar bilirubin telah lama terbukti. Itulah mengapa, bayi kuning amat disarankan banyak menyusu ASI. Tingkatkan frekuensi menyusui  sekitar 10–12 kali dalam sehari. Patut diketahui, asupan cairan yang kurang (termasuk pemberian ASI) dapat menyebabkan kuning pada bayi. Ini biasanya tampak pada hari ke-3 sampai ke-5 dengan tanda penambahan berat badan yang minim dan urine berwarna pekat.

5. Batas kadar bilirubin pada bayi baru lahir harus terus dipantau
Pemeriksaan akan terus berlanjut selama kurun waktu 48 jam bayi di rumah sakit. Pada bayi cukup bulan yang sehat akan dilakukan pemeriksaan klinis untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan klinis adalah pemeriksaan dengan mengamati  gejala-gejala yang muncul dan tampak di seluruh tubuh bayi. Pemeriksaan, menurut APP (The American Academy of Pediatrics), dilakukan oleh tenaga medis. Pemeriksaan klinis dapat meningkat menjadi pemeriksaan laboratorium bila terdapat gejala berikut:
* Kuning yang jelas secara klinis dalam 24 jam pertama kehidupan bayi.
* Peningkatan kadar bilirubin total yang lebih dari 5 mg/dL sehari.

* Kadar bilirubin total yang lebih dari 13 mg/dL dalam 4 hari pertama kehidupan bayi yang lahir cukup bulan.
 

6. Pentingnya pemantauan oleh ibu selama kurun waktu 48 jam setelah bayi berada di rumah
Ibu dapat memantau tingginya kadar bilirubin pada bayi dengan melihat tanda-tanda, seperti: 
* Warna kulit yang tampak kuning ketika ditekan beberapa detik dengan ibu jari. Kadar bilirubin kemungkinan di atas 14 mg/dL, jika bagian bawah tubuh (kaki) pun berwarna kuning. 
* Bagian putih di dekat bola mata juga tampak kuning. 
* Bayi tidur terus-menerus dan malas menyusu.

Segera bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 

7. Berjemur di sinar matahari pagi tidak cukup untuk menurunkan kadar bilirubin pada bayi kuning

Buang anggapan berjemur di sinar matahari pagi dapat menurunkan kadar bilirubin secara efektif. Hal ini terkait dengan penyinaran dari sinar matahari yang hanya dapat dilakukan di pagi hari (pukul 07.00–08.00) dan itu pun tidak lama, hanya 15–20 menit.
 

8. Pada beberapa kasus bayi kuning diperlukan fototerapi
Salah satu cara efektif menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi adalah dengan fototerapi. Rekomendasi yang telah disepakati untuk memulai fototerapi sesuai dengan AAP Guidelines (lihat bok).

Bayi yang sedang menjalani fototerapi tidak menggunakan busana sehingga sinar dapat merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian mata akan ditutup agar tidak merusak retina mata. Penggunaan krim atau losion apa pun pada bayi tidak diperkenankan karena ada risiko terbakar.

9. Transfusi tukar dilakukan bila tidak memungkinkan lagi melaksanakan fototerapi
Transfusi tukar adalah suatu tindakan pengambilan sejumlah kecil darah yang dilanjutkan dengan pengembalian darah dari donor dalam jumlah sama, yang dilakukan berulang-ulang sampai sebagian besar darah penderita tertukar. Transfusi tukar disarankan bila kadar bilirubin mencapai 25—29 mg/dL pada bayi sehat, sedangkan pada bayi sakit dengan kadar bilirubin 17—23 mg/dL.

10. Kondisi bayi kuning yang dibiarkan dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan
Kadar bilirubin yang tinggi dan tidak diatasi segera, dapat menimbulkan risiko pada sistem saraf pusat. Gejala klinis yang ditemukan seperti mengantuk, refleks isap menurun, muntah, dan kejang. Dampak lebih lanjut adalah keterbelakangan mental, kelumpuhan serebral, gangguan pendengaran, atau kelumpuhan otot motorik mata.

Baby Cold Symptoms and How to Give Care

by: Leroy Chan
Remember how miserable you felt when you last had a cold? Can you imagine what your baby must feel when he experiences a cold for the first time?
 
Viruses are responsible for causing colds. Infected people spread the viruses when they sneeze or cough nearby healthy people. The virus gets into the nose and throat where it multiplies.
 
What Are The Symptoms?
 
When your baby has a cold, there will be a number of symptoms. He will be sneezing and have a runny nose. He may have a sore throat and it may be difficult for him to swallow. His glands may become swollen.
 
He may not feel like eating much and he could become irritable. A cough may develop. He may get a slight fever or have a body temperature of 101 to 102 degrees Fahrenheit.
 
When to Seek Medical Advice
 
If your baby is three months old or less and has cold like symptoms, you should contact a pediatrician immediately. Cold like symptoms in a baby three months old or less are misleading and could lead to a serious ailment.
 
On the other hand, if your child is more than three months old you should contact a doctor if you notice that he is breathing loudly and his nostrils expand out with each breath. His nails or lips are becoming blue. His mucus is thick, runny and green. He has a cough that hasn’t gone a way for more than a week. His ears ache. His temperature is more than 102 degrees Fahrenheit. He has become more drowsy or grouchy.
 
How to Care For Your Baby
 
Medical experts tell us there is no cure for the common cold. However, there are ways to alleviate the miserable symptoms your baby undergoes.
 
Make sure he gets plenty of rest and extra fluids. If he has a fever, give him acetaminophen or if he’s older that six months he may take ibuprofen (but don’t give it to your baby if he is dehydrated or continuously vomiting).
 
If your child has a cough and is under three years old, don’t give him a cough suppressing medicine unless it was prescribed by a pediatrician. Coughing rids the lower respiratory tract of mucus.
 
If your baby has nasal congestion, you can use a rubber suction bulb to draw out the mucus from his nostrils. If the mucus is too thick, you can apply saline nose drops to soften the mucus before extracting with the bulb. A humidifier can also be used in the baby’s room to help liquefy the nasal secretions.
 
Concluding Thoughts
 
The best way for your baby to avoid a cold is to not have him near people who are infected. But if your baby gets a cold, the best thing you can do is make it comfortable for him. Soon his cold symptoms will disappear and he’ll be back to health, that is, until the next episode. But by now you’ll be ready for that, won’t you?