.

Tampilkan postingan dengan label Mom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mom. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Aktifitas untuk Bayi 0-4 Bulan: Parade Boneka Jari


Bayi usia 0-4 bulan belum memiliki jarak pandang yang jauh layaknya orang dewasa. Pada umumnya, mereka hanya dapat melihat dengan jelas berbagai obyek yang berjarak paling jauh 20-25 cm saja. Itulah sebabnya mengapa mereka seringkali nampak tidak peduli dengan benda-benda yang berada jauh dari tempat mereka berada.

permainan boneka jari untuk bayiNamun cobalah Anda hadapkan obyek apa saja hingga berada pada jarak pandang si bayi (20-25 cm), maka tiba-tiba matanya akan terbelalak dan membesar. Bahkan jika benda yang Anda munculkan itu berwarna-warni dan berbentuk lucu, bukan hanya matanya yang membesar, seringkali wajah si bayi pun akan langsung dipenuhi dengan tawa lebarnya… emh, gemesnya… ;)

Inilah hikmah besar pada bayi… Pada usia ini, dengan segala kelemahannya, bayi memang dibekali dengan insting untuk menemukan makanan – dan dengan jarak pandang seperti ini, ia akan sangat mengenali wajah ibunya – orang yang selalu ada untuk menyusuinya setiap kali ia lapar.
Nah, salah satu aktifitas positif yang sangat menyenangkan untuk bayi usia ini adalah permainan sederhana dengan menggunakan boneka jari.
Manfaat:
  • Rangsangan terhadap kemampuan visual (penglihatan)
  • Pengenalan terhadap kegiatan interaktif
Kegiatan untuk Usia:
0-4 bulan
Yang Anda Butuhkan:
1 set boneka jari (salah satu contoh boneka jari karakter hewan)

Mulai Aktifitas

Baringkan bayi Anda. Anda bisa melakukannya dengan cara memangkunya (ini cara yang paling nyaman untuk Anda berdua dan bisa menguatkan ikatan antara Anda dengan si kecil), atau bisa juga dengan membaringkan si kecil di kasurnya atau pada bouncer seat yang posisinya agak rebah.

main boneka jari untuk bayiUntuk awal, Anda bisa menggunakan satu boneka pada jari telunjuk Anda dan memperkenalkannya satu per satu kepada si kecil. Hadapkan boneka pertama kepada bayi Anda hingga berada pada jarak pandangnya. Biarkan si kecil fokus menatap wajah boneka sesaat. Setelah ia berhasil ‘mengenali’ wajah boneka, maka berbicarah dengan perlahan untuk memperkenalkan siapa yang barusan muncul di hadapannya.

“Assalamu’alaikum, Saya Weki si Bebek,” Anda bisa menggunakan kalimat sederhana seperti ini. Silahkan gunakan kalimat perkenalan yang Anda inginkan. Bagus jika Anda bisa memberi nama sederhana dan mudah diingat untuk setiap jenis binatang pada koleksi boneka jari Anda.
Berikut beberapa teknik memainkan boneka jari untuk bayi tahapan usia ini…
  • Setiap kali Anda berbicara mewakili boneka, gerakkanlah jari Anda sedemikan rupa sehingga si boneka seakan menunduk ke arah si kecil.
  • Bicaralah dengan kalimat-kalimat pendek yang sederhana.
  • Setiap kali Anda mengucapkan satu kalimat, tunggulah beberapa saat dalam keadaan boneka masih menunduk. Seakan-akan si boneka sedang menanti dan menyimak jawaban dari buah hati Anda (walaupun tentu saja si kecil belum bisa menjawab).
  • Teruslah berbicara dengan percakapan satu arah, menggunakan setiap karakter boneka jari.

Permainan Boneka Jari untuk Mengalihkan Perhatian Bayi

Seringkali bayi Anda menjadi rewel ketika ia lapar, kepanasan, popoknya penuh, atau merasa bosan. Nah, Anda bisa juga menjadikan permainan boneka jari pada kondisi berikut agar si kecil ‘anteng’…
  • Mandi
  • Perjalanan
  • Menunggu antrian di tempat dokter atau bidan
  • Berada di tempat teman
  • Berada di tempat yang asing baginya
Beberapa Catatan Penting:
Semakin kecil usia bayi, maka tentu saja ia belum bisa mengikuti berbagai gerakan boneka dengan matanya, apalagi sampai menggerakkan lehernya. Ini hal yang wajar. Nanti seiring dengan pertumbuhannya, ia akan mulai bisa mengikuti dan Anda bisa menerapkan percakapan serta gerakan yang lebih bervariasi.

permainan bayi boneka jari binatangNamun demikian, walaupun sepertinya Anda berbicara sendirian, bayi seusia ini tetap bisa menyerap hal-hal positif yang Anda lakukan dan sampaikan lho, jangan berkecil hati. Melalui aktifitas ini, buah hati Anda sedang membangun interaksi dengan Anda dan biarkan ia menikmatinya. Pada tahap ini yang penting adalah proses bermain, membangun ikatan dan bersenang-senang dengan buah hati Anda!
Oya, gunakanlah suara kecil lucu sebagai suara boneka, karena jenis suara ini lebih berkesan bagi bayi.

Permainan boneka jari bisa terus bermanfaat bagi anak hingga usia 4-5 tahun, dimana anak-anak sendiri yang bermain peran menggunakan boneka jari. Mudah-mudahan jenis permainan untuk tahap usia bayi selanjutnya bisa kami bagikan juga di sini.
Selamat bersenang-senang dengan si kecil!

Gejala Orangtua Baru

orangtua baru punya bayi
Berikut gejala yang sering kita jumpai pada pasangan yang baru saja memiliki bayi…

Panik

Kesalahan orangtua baru yang paling umum adalah serba panik ketika menghadapi situasi yang tidak biasa. Sebagai contoh kecil, ketika bayi ‘gumoh’, yaitu reaksi mirip muntah (keluarnya ASI melalui mulut si bayi), maka orangtua baru akan langsung panik – padahal ini bukanlah sesuatu yang serius.
Dan bayi dapat merasakan kepanikan orangtuanya, sehingga ia pun gelisah. Bahkan tidak sedikit orangtua yang begitu khawatir dengan berbagai hal kecil yang berkaitan dengan bayinya, sehingga mereka tidak lagi menikmati masa 1 tahun pertama buah hatinya. Rileks saja, walau tidak mengurangi perhatian terhadap kesehatan si kecil…

Bayi Dilarang Menangis!

Menangis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bayi, di manapun is berada. Namun, begitulah yang namanya orangtua baru… seakan-akan bayinya harus ‘steril’ dari tangisan.
Padahal, tangisan itu merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh bayi, karena itu merupakan caranya berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Anda perlu khawatir jika bayi Anda menangis hingga satu jam dan menunjukkan bahwa ia kesakitan…

Bangun Nak, Waktunya Menyusu?

Banyak yang berpikiran bahwa meminum ASI sebelum tidur tidak akan cukup untuk mengenyangkan bayi hingga pagi hari, sehingga kebanyakan orangtua lalu membangunkan bayinya di tengah malam untuk menyusuinya. Padahal, para ahli mengatakan bahwa sesuatu yang wajar dan harus dibiasakan bagi bayi untuk tidur sepanjang malam tanpa harus menyusu hingga pagi tiba.

Kurang Memperhatikan Kesehatan Mulut

Kebanyakan orangtua terlambat memperhatikan kesehatan mulut bayinya. Salah satu kebiasaan yang kurang baik adalah memberikan susu sebelum tidur pada bayi yang sudah muncul giginya. Bayi yang belum memiliki gigi juga sebaiknya tetap dijaga kebersihan gusinya.

Berselisih di Depan Bayi

Perselisihan ayah dan bunda jangan sampai terjadi di depan bayi, apalagi kalau terjadinya sangat sering. Bayi dapat merasakan getaran negatif dari pertengkaran orangtuanya.

Percaya pada Mitos

Banyak mitos yang berkembang seputar perawatan bayi dan orangtua baru yang kurang wawasan sudah pasti menjadi sasaran empuknya. Apalagi kalau sumber informasinya berasal dari berbagai macam pihak yang tidak jelas keabsahannya. Selalulah mencari informasi seputar kesehatan bayi dari sumber-sumber yang bisa dipercaya, dan bersikaplah selektif dalam menerapkannya.

30 Hal Penting Seputar Bayi Baru Lahir

Mengenali Tangisan Bayi
Jangan kelewat panik jika bayi kerap menangis di minggu-minggu pertama kehidupannya. Menangis adalah sarana baginya untuk berkomunikasi. Dengan mengamati perilakunya, Anda sebenarnya bisa memahami makna tangisan si kecil, sekaligus bagaimana menanganinya.

#1. Lapar. Bayi yang menangis karena lapar sangat mudah ditebak. Ia akan menangis sebentar lalu menangis lagi dengan berulang dan sama waktunya. Saat Anda menggendong dan mengusapkan jari ke mulutnya, ia memberi reaksi ingin mengisap. Segera susui sampai ia merasa kenyang.

#2. Buang air. Popok yang basah bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Ia biasanya menangis perlahan dan akan semakin keras jika tidak segera diganti popoknya. Ganti secepatnya dengan popok yang bersih, bukan hanya untuk kenyamanan tapi juga kesehatannya.

#3. Kepanasan atau kedinginan. Bayi yang baru lahir senang dibungkus (dibedong) karena memberinya rasa nyaman dan hangat. Tapi ada kalanya ia merasa tak nyaman jika pakaian yang membungkusnya terlalu tebal dan tidak menyerap keringat sehingga ia menangis.

#4. Kolik. Jika bayi Anda menangis tanpa henti dalam waktu lama di sore hingga malam hari, bisa jadi ia mengalami kolik yang biasanya muncul sebelum bayi berusia 2 minggu dimana sekitar 10% bayi mengalaminya. Penyebabnya beragam, kemungkinan karena masalah di saluran pencernaan yang belum sempurna atau kembung di perut akibat gas yang berlebihan. Tetap susui ia dan tenangkan tangisannya dengan membawanya keluar kamar atau menimang-nimang di teras untuk sekedar mengganti suasana.

#5. Sakit. Jeritan tangis yang melengking dan berkepanjangan (tidak mau berhenti meski Anda susui atau timang-timang), disertai gerakan seperti menggeliat-geliat menandakan ada yang salah pada dirinya. Coba raba bagian demi bagian tubuhnya, jika saat Anda pegang dan gerakkan ia menangis, bisa jadi bagian tubuh itu yang sakit. Segera hubungi dokter Anda.

Menyusui dengan Sempurna
Sistim kekebalan bayi di tahun pertama belum sempurna. ASI memberi komposisi nutrisi  yang paling sempurna untuk pertumbuhannya, mencegah penyakit hingga kematian bayi.

#6. Saat yang tepat. Bayi baru lahir harus sesegera mungkin disusui. Sesaat setelah melahirkan, payudara Anda akan menghasilkan kolstrum yang sangat berguna untuk daya tahan tubuhnya. Idealnya, dalam ½ hingga 1 jam setelah Anda melahirkan, bayi harus disusui. Bicarakan pada dokter dan pihak rumah sakit untuk membantu Anda melakukan inisiasi dini ASI (menyusui bayi begitu ia lahir sebelum bayi maupun ibu dipindahkan ke kamar perawatan) di ruang persalinan.

#7. Jadwal menyusu.  Jangan memberi jadwal untuk bayi menyusu. Yang benar adalah memberinya ASI kapan saja ia inginkan. Namun, bayi baru lahir juga kerap tidur sangat lelap dan panjang. Perlu Anda ingat bahwa ia tetap membutuhkan ASI untuk pertumbuhannya. Bangunkan bayi setiap 1,5 – 2 jam dan coba susui.

#8. Teknik menyusui. Mulut bayi harus terbuka lebar dan mencakupi sebagian besar areola, bukan sekedar menggantung di puting. Bibir atas dan bawah membuka ke luar, dagu menempel pada payudara dan pipi tampak penuh. Susui bayi lebih sering di malam hari karena itu saat hormon prolaktin (hormon penghasil ASI) lebih banyak diproduksi, sehingga ASI lebih banyak dihasilkan.

#9. Menyusui dengan kedua payudara. Di dalam ASI ada zat inhibitor yang bisa mencegah sel-sel penghasil susu bekerja. Fungsinya untuk mencegah pembengkakan payudara atau bila ibu kehilangan bayi (meninggal). Bila payudara dikosongkan, zat inhibitor akan keluar bersama ASI sehingga sel-sel penghasil susu akan kembali bekerja. Karena itu agar bisa terus menghasilkan ASI, susui bayi setidaknya selama 15 menit pada satu sisi payudara sampai kosong sebelum Anda menggantinya pada sisi payudara yang lain.

Menggendong & Menggangkat Bayi
Menggendong bayi memberi rasa aman dan membentuk ikatan emosional antara Anda dan bayi, tapi menggendong bayi tidak bisa dilakukan sembarangan, ada teknik yang harus dipelajari.

#10. Mengangkat bayi. Selipkan satu lengan di bawah kepala dan lengan lainnya menyangga pantat. Angkat dengan perlahan dan lembut lalu dekatkan ke dada. Pastikan bahwa posisi kepalanya lebih tinggi dibanding bagian tubuh bawah. Sanggalah lehernya dengan benar karana otot-otot leher bayi belum bisa menyangga kepalanya dengan baik.

#11. Menggendong di lengan. Ini adalah posisi yang paling umum dilakukan untuk menggendong bayi yang baru lahir. Posisi kepala bayi berada di atas siku lengan dan lengan satunya menopang seluruh tubuh.

#12. Mendekap bayi. Bayi merasa nyaman jika mendengar detak jantung orang yang mendekapnya. Posisikan bayi berdiri dengan wajah menghadap ke dada Anda. Gunakan satu tangan untuk menahan pantat dan tangan lain untuk menahan lehernya.

Membersihkan & Memandikan Bayi
Sebenarnya, tidak sulit memandikan dan membersihkan bayi, bahkan bisa menjadi aktivitas yang mengasyikkan bagi ibu dan bayi.

#13. Tali pusar. Tali pusar harus tetap kering agar terhindar dari infeksi. Setiap mengganti popok, bersihkan tali pusar dengan membungkusnya (jangan terlalu ketat) menggunakan kain kasa steril yang sudah dibasahi alkohol 70% secara hati-hati. Bila pangkal tali pusarnya bernanah atau mengeluarkan darah, segera konsultasikan dengan dokter.

#14. Mata. Basahi kapas dengan air hangat yang steril, lalu bersihkan sekeliling mata bayi. Usap bagian dalam ke bagian luar sudut mata. Gunakan kapas baru untuk membersihkan mata lainnya.

#15. Telinga. Jangan mengorek, menarik atau mengulas bagian dalam telinga bayi. Ini bukan hanya bisa melukai gendang telinganya tapi juga bisa mendorong kotoran telinga lebih dalam dan menyebabkan infeksi. Cukup bersihkan bagian luar dan pintu masuk lubang telinga dengan kapas yang telah dibasahi.

#16. Kelamin bayi laki-laki. Tarik dengan sangat lembut dan perlahan kulit penis sehingga tutup kepala penis tersingkap dan kotoran mudah dibersihkan dengan menggunakan kapas basah. Kotoran yang tidak dibersihkan, mudah menimbulkan infeksi atau sumbatan saluran kemih.

#17. Kelamin bayi perempuan. Pegang dua pergelangan kakinya dengan satu tangan dan angkat perlahan hingga kelaminnya terlihat. Dengan kapas, usap bagian bibir luar kelamin. Ingat! Usaplah bibir kelamin ke arah anus dan bukan sebaliknya. Salah mengusap sering mengakibatkan kotoran masuk ke kelamin dan menimbulkan infeksi.

#18. Peralatan mandi. Pilih sabun mandi yang tidak mengiritasi kulit, berbau lembut, tidak berwarna dan memiliki pH 5-7. Gunakan sampo khusus bayi yang tidak pedih di mata dan rendah kandungan alkoholnya. Jangan membubuhkan bedak pada kelamin bayi karena bisa menimbulkan infeksi. Cukup pada daerah lipatan seperti paha, ketiak dan punggung, serta pastikan dalam keadaan kering untuk mencegah timbulnya iritasi.

#19. Memandikan bayi. Untuk bayi baru lahir, sabuni dulu seluruh tubuhnya dengan waslap secara perlahan baru kemudian memberi sampo pada kepalanya agar ia tidak cepat kedinginan. Setelah itu, baru rendam tubuhnya di bak mandi bayi dan bilas hingga bersih. Saat memegang, pastikan satu tangan menyangga penuh leher hingga bagian lengan bayi untuk mencegahnya tercebur. Segera keringkan dengan handuk yang lembut, bukan dengan mengusap-usap melainkan dengan menekan handuk perlahan.

Mengatasi Keadaan Darurat
Keadaan darurat bisa menimpa kapan saja. Yang penting Anda tetap tenang dan memiliki langkah pencegahan yang tepat.

#20. Demam. Bayi demam jika suhu tubuhnya di atas 37,7° C. Beri asetaminofen untuk bayi (yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter) dan tunggu 30 – 45 menit untuk melihat apakah obatnya bekerja. Longgarkan pakaiannya dan tempelkan spons berisi air bukan pada dahi melainkan di ketiak, kaki dan badannya. Susui sesering dan sebanyak mungkin, jika dalam 24 jam tidak kunjung reda, bawa ke dokter.

#21. Batuk. Susui bayi agar lendir kental di saluran napasnya mencair. Beri minyak telon hangat ke dada dan leher untuk melegakan pernapasan. Singkirkan perangsang batuk seperti bau obat nyamuk atau matikan AC. Untuk bayi dibawah usia 3 bulan, jangan memberinya obat batuk apapun kecuali atas petunjuk dokter.

#22. Diare. Pada bulan-bulan pertama, bayi bisa buang air besar hingga 8 sampai 10 kali dalam satu hari karena tubuhnya sedang beradaptasi dan pencernaannya belum sempurna. Tapi jika BABnya lebih banyak dari biasa dengan warna dan bau yang tidak normal, terus berikan ASI agar bayi tidak dehidrasi dan segera hubungi dokter anak.

#23. Jatuh. Perlahan, periksa seluruh tubuh bayi untuk melihat apakah ada perubahan warna kulit, pembengkakan, atau gangguan fungsi anggota badan. Gerakkan semua anggota badan secara pelan dan perhatikan reaksinya. Jika bayi tidak sadarkan diri, segera bawa ke UGD.

#24. Tersedak. Telungkupkan tubuh bayi dan tepuk-tepuk pundaknya agar benda asing yang berada di saluran pernapasannya keluar. Segera bawa ke UGD jika ia kesulitan bernapas.         

Kemampuan Bayi
Meski ia baru lahir ke dunia, jangan kira ia tidak bisa mengerti dan memahami Anda. Dengan caranya yang sederhana, ia mampu mengamati, menyerap dan melihat dunia.

#25. Pendengaran. Bahkan saat di kandungan, bayi sudah bisa mendengar suara yang ada di luar rahim. Saat dilahirkan, ia akan mengenali suara-suara yang sering ia dengar, yaitu suara Anda, ibunya. Jika bayi sulit tidur, coba setel radio, kipas angin atau bahkan penyedot debu. Suara bising yang teratur ini justru akan mengingatkannya dengan suara menderu perlahan di dalam kandungan, dan ia justru  menjadi lebih tenang.

#26. Penglihatan. Bayi baru lahir hanya bisa melihat dengan jarak pandang sekitar 30cm. Tapi ini sudah cukup untuk ia mengamati wajah ibu dengan jelas saat Anda menyusuinya. Karena ia belum bisa memfokuskan penglihatannya, jangan menggantung mainan di atas kepalanya, setidaknya hingga ia berusia 2 bulan.

#27. Indera perasa. Janin ikut merasakan apa yang Anda minum dan makan melalui cairan ketuban. Bahkan setelah ia lahir, ia bisa merasakan berbagai rasa makanan melalui ASI yang Anda berikan. Sebaiknya, Anda hanya memberinya ASI atau susu formula sampai ia berusia 6 bulan sebelum memperkenalkannya dengan makanan padat.

#28. Indera peraba. Ini adalah indera yang paling kuat untuk membentuk ikatan emosional Anda dengan bayi. Sering-seringlah memeluk dan menggendongnya. Jangan takut, ia tidak akan ”bau tangan” dan selalu minta digendong, karena penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi yang sering dibelai dan dipeluk justru tidak serewel bayi yang jarang dipeluk.

#29. Penciuman. Tahukah Anda bahwa indera penciuman bayi lebih baik dari penciuman Anda? Bahkan sebelum ia berusia genap satu minggu, ia sudah bisa mengenalia aroma unik yang dikeluarkan ASI.

#30. Bermain. Meski ia belum bisa berbicara, sering-seringlah mengajaknya berbicara dan tataplah matanya. Ceritakan kisah lucu dan menyanyilah dengan riang. Bayi paling senang mendengar suara-suara lucu yang Anda keluarkan saat berbicara dengannya. Berinteraksi dengan bayi akan membantu mengoptimalkan kecerdasan dan merupakan langkah awal untuk pembentukan pribadinya.

Fakta Unik Tentang Bayi

Bagi ibu baru melihat fakta ini mungkin bingung atau bahkan ketakutan, kenapa dengan bayi saya? wajarkah? tenang mom. Seperti dilansir Mom & Kiddie, bayi yang balu lahir memang memiliki beberapa fakta unik tersendiri. Mulai dari ciri fisik yang unik hingga bentuk tubuhnya. Berikut fakta-fakta unik bayi yang baru lahir:


Ubun-ubun Berdenyut Saat bayi lahir,
ubun-ubunnya memang tidak langsung menutup. Di bawah ubun-ubun masih terdapat jaringan, seperti kulit, lemak, lapisan selaput pelindung otak hingga cairan otak. Karena itu, ubun-ubun lembek dan berdenyut. Kondisi kesehatan bayi juga bisa dilihat dari ubun-ubunnya. Jika ubun-ubun besar bayi melesak ke dalam atau cekung, itu menandakan bayi sedang kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Sebaliknya, jika fontanelnya menonjol dan makin tegang, dimungkinan ada peningkatan tekanan di dalam otak (intracranial), entah karena cairan otak bertambah, radang atau adanya pendesakan sesuatu.

Kulit Bayi Keriput
Kulit bayi baru lahir memang cenderung keriput dan kering dikarenakan kondisi struktur dan komponen kulit bayi baru lahir sudah lengkap, hanya saja kulit tersebut belum berfungsi dengan sempurna. Permukaan kulit bayi baru lahir mengandung lapisan yang disebut dengan verniks caseosa, yakni lapisan yang berfungsi sebagai pelindung kulit, dan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Bayi Cenderung Tidur Terus
Bayi baru lahir butuh tidur 17-20 jam perhari dengan periode tidak lebih dari 5 jam, dan tak lebih dari 2 atau 3 jam waktu bangunnya. Bayi yang menyusu dari botol, tidur lebih lama dibanding yang diberi ASI karena bayi ASI lebih sedikit mendapat susu saat mengonsumsinya, sehingga perlu lebih sering menyusu. Bayi Sering Menangis Jika menangis sewajarnya bisa jadi bayi hanya haus, mengompol atau tak nyaman. Namun, jika si kecil menangis keras terus-menerus selama beberapa jam dan sulit ditenangkan, perlu diwaspadai. Cara mengatasinya adalah bayi disusui, digendong dan diayun lembut agar ia merasa tenang. Namun, jika belum berubah maka periksakanlah ke dokter.

Bayi Bernapas Tidak Teratur
Pernapasan tidak teratir pada bayi akan terlihat hingga usia berkisar 3 bulan. Irama pernapasannya kemudian menurun, menjadi lebih teratur. Bintik-bintik Putih di Wajah Bayi Bintik tersebut dinamakan milia dan tergolong normal. Pertumbuhan milia ini dipengaruhi hormon ibu yang masih terkandung dalam tubuh bayi. Milia adalah keringat dan kelenjar minyak yang membesar atau tersumbat di kulit dan biasanya akan menghilang setelah usia 3-4 bulan.

Mata Bayi Sering Belekan
Bangun tidur bayi Anda sering belekan?belek tersebut disebabkan oleh tersumbatnya saluran pembuangan air mata. Belek ini memang kerap terjadi pada bayi baru lahir dan tidak berbahaya. Kemunculannya pun hanya sedikit-sedikit tapi setiap hari. Anda bisa mengatasi belekan ini dengan pijat agar saluran airmatanya perlahan terbuka. Mulailah pijatan dari pangkal hidung ke arah hidung bayi (dari atas ke bawah) dengan perlahan.

Berat Badan Menurun
Berat badan bayi baru lahir akan turun selama tiga hari setelah dilahirkan dan biasanya sampai 10 persen dari berat badan lahirnya. Hal ini dapat terjadi karena bayi baru lahir lebih senang tidur daripada makan. Barulah di minggu kedua berat badan bayi akan bertambah. Kaki Bayi Menekuk Saat baru lahir, kaki bayi akan terlihat menekuk. Hal ini disebabkan bayi mengikuti posisinya ketika masih di dalam rahim. Namun seiring waktu posisi kakinya akan berubah menjadi lurus sebagaimana mestinya.

Tangan dan Kaki Bayi Dingin
Meskipun tangan dan kakinya dingin, bukan berarti bayi kedinginan yang terpenting adalah dada dan perutnya terasa hangat. Hal ini disebabkan karena aliran darah dalam tubuh bayi baru lahir diutamakan ke arah organ-organ tubuh yang penting dalam proses metabolisme tubuh terlebih dulu, misalnya, ke arah otak, paru-paru dan jantung. Baru setelah itu, aliran darah menuju ke organ tubuh lainnya dan tangan kaki paling akhir dialiri jadi wajar jika dingin. Membungkus tangan dan kaki bayi memang bisa mengatasi rasa dingin, namun jangan selalu membungkusnya karena kulit juga butuh bernapas.

Tali Pusat Puput
Tali pusat bayi baru lahir biasanya berwarna putih keabu-abuan, mengilat dan licin. Sesudah beberapa hari, tali pusat akan berubah menjadi hitam keungu-unguan, mengeriput dan mengecil. Pusat akan puput (lepas) dalam waktu 3-10 hari pascalahir dan lukanya akan kering dalam waktu 1 minggu.

Being a Mom - Reflections on Mother's Day

by: Susanne Myers
Being a Mom – Reflections on Mother’s Day 

Since my daughter was born a little over 2 years ago, Mother’s Day has been a very special day for me. After all, I had carried her for 9 months and spent countless sleepless nights taking care of her to earn the title “Mother”. 

But this year I really started thinking about my mom. This Mother’s Day I feel a completely new level of gratitude and respect for my Mom. I have gained a much better understanding of what she went through and how much she scarified to raise me. 

Let’s take a little closer look at what “Mom” did and does for you. 

Pregnancy 
Remember those first few months of pregnancy with the excitement, anxiousness and – who could forget it- the morning sickness? Your Mom went through all of that as well, and she did it without being able to access every conceivable piece of information about pregnancy online and without all the early tests we have now to ensure us that everything is fine with our baby. 

Mom also shared the kicks to the bladder and the backaches that come later in pregnancy. And don’t forget about labor. Well, who could forget labor? Mom’s been there, done that as well. And she probably did it with a lot less medicinal help than we did! 

Infancy 
Then the real joy of motherhood begins - no sleep for months, midnight feedings and endless diaper changes. Could you imagine surviving without disposable diapers? I couldn’t, but somehow my Mom managed to wash millions of dirty cloth diapers while taking care of me. 

I am sure she also got the same words of advice from everyone around her about how to properly care for the little infant and worried about all the possible germs the baby could be exposed to with everyone wanting to hold her. 

Toddler 
Just like you, Mom eventually made it through your infancy and met the toddler version of you. When I recently complained about my daughter’s “terrible two’s” to my Mom, she just laughed and told me it was payback for all my tantrums when I was my daughter’s age. 
Did she worry as much as I did about picking the right time to wean her off the bottle, the pacifier, to get her potty trained? Did she go through all the heartbreak and crying, and - as far as potty training goes - the mess that comes with it? I am sure she did. And like any good mother, we both supported the first attempts at independence. So what if my daughter decides to wear rain boots with her summer dress? I feel sure there is a picture of me somewhere in a very similar outfit. 

Preschooler 
So you and your Mom finally make it past the terrible twos. By now, if not earlier, you are probably torn between kids and career. If your Mom is anything like mine, she ran into the same problem. Should you stay home and be there for the kids 24/7, or should you continue to work to be able to afford the kind of things you want to be able to give your kids? 
At this stage Moms also spend a lot of time getting their kids ready for school. All along you have probably been reading to your child, teaching her numbers and colors, just like your own mother did. 

School 
Your kids may or may not be in school yet, but even if they aren’t, I am sure you can relate to making sure your child gets to school on time every morning, helping with homework and various school projects and attending school functions. Your Mom was probably there with you every step of the way too. She shared your joys and pains. She comforted you when the other kids made fun of you, just like you will with your kids. 

I feel sure you have many more special memories about your Mom that you haven’t thought about in years. Why don’t you pick up the phone and call her? Spend some time with her. If you take the time and make the effort, you will find a great friend in your mother if you are not already at that point in your relationship. Take her on a “girls-day-out”. Go shopping, have lunch and get some pedicures together. Just enjoy her company and don’t forget to thank her for all she has done for you. After all, you wouldn’t be the great woman you are today without her. 

They say there is a great woman behind every successful man, but there is also a wonderful mother behind every great woman. 

Happy Mother’s Day.