.

Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mitos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Gejala Orangtua Baru

orangtua baru punya bayi
Berikut gejala yang sering kita jumpai pada pasangan yang baru saja memiliki bayi…

Panik

Kesalahan orangtua baru yang paling umum adalah serba panik ketika menghadapi situasi yang tidak biasa. Sebagai contoh kecil, ketika bayi ‘gumoh’, yaitu reaksi mirip muntah (keluarnya ASI melalui mulut si bayi), maka orangtua baru akan langsung panik – padahal ini bukanlah sesuatu yang serius.
Dan bayi dapat merasakan kepanikan orangtuanya, sehingga ia pun gelisah. Bahkan tidak sedikit orangtua yang begitu khawatir dengan berbagai hal kecil yang berkaitan dengan bayinya, sehingga mereka tidak lagi menikmati masa 1 tahun pertama buah hatinya. Rileks saja, walau tidak mengurangi perhatian terhadap kesehatan si kecil…

Bayi Dilarang Menangis!

Menangis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari bayi, di manapun is berada. Namun, begitulah yang namanya orangtua baru… seakan-akan bayinya harus ‘steril’ dari tangisan.
Padahal, tangisan itu merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh bayi, karena itu merupakan caranya berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Anda perlu khawatir jika bayi Anda menangis hingga satu jam dan menunjukkan bahwa ia kesakitan…

Bangun Nak, Waktunya Menyusu?

Banyak yang berpikiran bahwa meminum ASI sebelum tidur tidak akan cukup untuk mengenyangkan bayi hingga pagi hari, sehingga kebanyakan orangtua lalu membangunkan bayinya di tengah malam untuk menyusuinya. Padahal, para ahli mengatakan bahwa sesuatu yang wajar dan harus dibiasakan bagi bayi untuk tidur sepanjang malam tanpa harus menyusu hingga pagi tiba.

Kurang Memperhatikan Kesehatan Mulut

Kebanyakan orangtua terlambat memperhatikan kesehatan mulut bayinya. Salah satu kebiasaan yang kurang baik adalah memberikan susu sebelum tidur pada bayi yang sudah muncul giginya. Bayi yang belum memiliki gigi juga sebaiknya tetap dijaga kebersihan gusinya.

Berselisih di Depan Bayi

Perselisihan ayah dan bunda jangan sampai terjadi di depan bayi, apalagi kalau terjadinya sangat sering. Bayi dapat merasakan getaran negatif dari pertengkaran orangtuanya.

Percaya pada Mitos

Banyak mitos yang berkembang seputar perawatan bayi dan orangtua baru yang kurang wawasan sudah pasti menjadi sasaran empuknya. Apalagi kalau sumber informasinya berasal dari berbagai macam pihak yang tidak jelas keabsahannya. Selalulah mencari informasi seputar kesehatan bayi dari sumber-sumber yang bisa dipercaya, dan bersikaplah selektif dalam menerapkannya.

8 Mitos Tentang Bayi yang Ketinggalan Zaman


Banyak petuah-petuah atau mitos tentang bayi yang dahulu diberikan orang tua tidak bisa lagi dipraktekkan di zaman sekarang. Beberapa fakta ini kini dianggap sudah ketinggalan zaman:

1. Bayi Tidur Nyenyak di Kamar Yang Tenang dan Gelap

Kenyataannya, anak-anak saat ini mudah tidur meskipun dilatari suara berisik dan sedikit cahaya. Ditambah, jika bayi melakukan kegiatan sebelum mereka tidur, biasanya mereka akan mudah tertidur dengan berbagai macam situasi.

2. Saat Bayi Panas, Kompres dengan Alkohol untuk Menurunkan Demam

Kenyataannya, memberikan kompres pada bayi dengan alkohol tidak akan menurunkan demam. Hal ini malah tidak aman karena alkohol bisa terserap melalu kulit.

3. Membiarkan Bayi Berdiri atau Lompat-lompat di Pangkuan Anda bisa Memendekkan Kaki Nantinya

Kenyataannya, bayi tidak akan memendek kakinya. Itu benar-benar mitos. Sebaliknya, bayi belajar untuk menyeimbangkan berat badan mereka dengan mencoba mencari pusat grafitasi. Jadi, membiarkan bayi berdiri dan lompat-lompat di pangkuan Anda akan menyenangkan dan membantu perkembangannya.

4. Mendengarkan Musik Klasik Meningkatkan IQ Bayi

Kenyataannya musik bisa memperkaya hidup si bayi, tapi tidak ada penelitian yang pasti kalau mendengarkan musik klasik bisa mendorong perkembangan otak.

5. Biarkan bayi Menangis. Menolong mereka bisa membuat manja.

Kenyataannya bayi usia 4 bulan hanya punya beberapa cara untuk menangis. Mereka tahu kapan mereka akan merengek dan manja, hanya itu saja. Jadi, mengangkat bayi saat menangis membantu mereka memahami kalau orang tua akan selalu ada saat bayi membutuhkan mereka.

6. Berbahaya Memberikan Imunisasi Saat Bayi Demam Atau Panas

Kenyataanya, demam kecil tidak akan menurunkan respon kekebalan tubuh pada bayi atau meningkatkan resiko reaksi berlebihan dari imunisasi.

7. Jangan Memberikan Krim Pelindung Matahari Pada Bayi di bawah Usia 6 Bulan

Kenyataannya, risiko kanker kulit bisa menimpa pada kulit yang terpapar matahari dan bayi Anda juga berisiko terkena. Akan sangat baik untuk menjauhi bayi dari sinar matahari pada jam-jam tertentu. Dengan memberikannya krim pelindung matahari yang mengandung SPF 15, Anda akan melindunginya dari risiko kanker kulit. Aplikasikan dengan jumlah sedikit pada wajah dan tangan bayi.

8. Penting Menjaga Botol dan Dot Bayi Tetap Steril

Anda hanya perlu mensterilisasi botol dan dot pada saat mereka dikeluarkan dari kotaknya. Setelah itu, mencucinya dengan sabun dan air sudah cukup karena bayi terekspos bakteri lebih banyak dari lingkungan mereka dibandingkan dari botol yang mereka pakai.